Cara Pengolahan dan Jenis Mesin Kopi yang Biasa Dimanfaatkan

Kalau ditanya siapa yang gemar minum kopi pasti banyak diantara Anda yang angkat tangan. Kopi memang sudah sangat umum dikonsumsi masyarakat baik pria maupun wanita. Alasan meminumnya pun beragam dari untuk mencegah ngantuk, meningkatkan konsentrasi hingga alasan kesukaan. Biasanya kopi diseduh dari biji kopi yang sudah dihaluskan dan diolah sedemikian rupa. Ada jenis kopi asli dan kopi instan yang telah dicampur dengan gula maupun perasa lainnya. Tahukah Anda bagaimana pengolahan kopi dari mulai buah kopi dipanen sampai secangkir kopi siap di hadapan Anda?

Sebenarnya kopi telah mengalami proses pengolahan yang tidak sebentar dari mulai dipanen hingga siap konsumsi. Ada berbagai tahapan yang terlewati yang juga dilakukan oleh beberapa orang yang berbeda. Proses pengolahan ini  juga turut andil dalam bagus tidaknya kualitas kopi yang dihasilkan nantinya. Biji kopi dari jenis terbaik pun bisa berkurang kualitasnya dengan penanganan pasca panen yang kurang tepat. Proses pengolahan kopi ini dimulai dengan proses pemanenan buah kopi yang sudah matang sempurna dari pohonnya. Buah yang sudah matang ini harus diproses sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya penurunan kualitas biji yang ada di dalamnya.

Secara umum proses pengolahan kopi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu proses kering serta proses basah. Kedua proses ini punya tahapan yang berbeda karena ada tahapan-tahapan tertentu yang tidak perlu dilakukan pada salah satunya. Pengolahan dengan proses kering memiliki tahapan yang lebih banyak dibandingkan proses kering karena adanya tahap fermentasi di dalamnya.

Pengolahan Biji Kopi saat Masih Basah

Supaya lebih jelas, berikut ini adalah urutan tahapan pengolahan biji kopi setelah biji dipanen dengan kondisi yang baik pada proses basah:

  1. Pemilihan (Sortasi)

Sortasi dilakukan dengan memisahkan kotoran, buah-buah yang sakit maupun buah dengan bentuk yang cacat. Tak hanya itu sortasi ini juga dilakukan untuk mengelompokkan buah kopi beradsarkan ukuran serta warnanya. Hal ini dilakukan untuk membedakan dan menghasilkan kualitas kopi yang seragam. Proses sortasi ini perlu dilakukan dengan teliti untuk menjamin kualitas.

  1. Pengupasan kulit buah kopi

Setelah proses sortasi selesai selanjutnya buah kopi dikupas kulit luarnya. Proses ini bisa dilakukan manual atau dengan bantuan mesin untuk pengupasan skala besar. Hasil dari proses ini adalah biji-biji kopi yang sudah terpisah dari kulit dan daging buahnya. Tapi biji kopi yang dihasilkan dari proses ini belum sepenuhnya bersih karena masih ada kulit-kulit ari yang menempel.

www.pexels.com

  1. Fermentasi

Proses fermentasi dilakukan dalam jangka waktu 12 hinga 36 jam. Cara fermentasi bisa dilakukan dengan merendam biji kopi di dalam air yang bersih ataupun dengan menumpuk biji-biji kopi dalam keadaan basah di atas bak yang terbuat dari kayu ataupun semen kemudian bagian atasnya ditutup.  Proses fermentasi ini nantinya akan menghasilkan lendir yang menyelimuti biji kopi.

  1. Pencucian

Proses ini dilakukan untuk membersihkan lendir-lendir yang menempel pada biji kopi sebagai hasil dari proses fermentasi. Pencucian dilakukan dengan air bersih sembari menggosok biji perlahan.

  1. Pengeringan

Biji kopi yang sudah bersih dari lendir kemudian dikeringkan. Pengeringan bisa dilakukan secara manual dengan penjemuran ataupun dengan menggunakan mesin pengering. Proses pengeringan harus dilakukan cukup lama untuk mengurangi kadar air yang cukup tinggi karena adanya proses perendaman dalam tahapan fermentasi sebelumnya. Biji kopi dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 12% tidak lebih.  Kadar air tersebut merupakan kadar air terbaik untuk menjaga rasa dan kualitas biji kopi serta mencegah terjadinya pertumbuhan jamur pada biji kopi.

  1. Pengupasan kulit ari (kulit tanduk)

Biji yang sudah kering selanjutnya dibersihkan lagi dengan cara dikupas kulit arinya. Pengupasan kulit ari ini bisa dilakukan secara manual dengan cara ditumbuk maupun dengan menggunakan mesin khusus. Pengupasan dengan menumbuk sebenarnya punya risiko tersendiri yaitu terjadinya kerusakan pada biji kopi. Hasil biji dari proses ini disebut sebagai green bean.

  1. Pemilihan (sortasi) biji kopi

Sortasi kedua kembali dilakukan untuk memastikan kopi bebas dari pengotor maupun dari pecahan-pecahan biji kopi yang ikut tercampur.

  1. Penyimpanan dan pengemasan

Biji kopi yang sudah terseleksi kemudian dikemas untuk kemudian disimpan. Pengemasannya pun dilakukan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan agar kualitas biji kopi dapat tetap terjaga selama masa penyimpanan hingga pendistibusian sampai ke tangan konsumen.

Proses pengolahan basah tadi punya tahapan yang cukup banyak dan juga memakan biaya operasional lebih besar. Proses ini lebih banyak dilakuakan pada kopi jenis arabika karena harganjualnya yang lebih mahal serta kualitasnya yang harus lebih dipertahankan.

www.pexels.com

Proses Pengolahan Kopi Kering Pasca Panen

Proes pengolahan kedua adalah proses kering yang lebih banyak diperuntukkan bagi kopi jenis robusta. Kopi robusta diolah dengan cara kering karena prosesnya relatif lebih singkat tanpa perlu banyak peralatan yang tentunya membutuhkan biaya operasional lebih besar tinggi. Adapun tahapan dari proses pengolahan kopi kering setelah buah kopi dipanen adalah:

  1. Pemilihan atau Sortasi

Poin ini dilakukan dengan prinsip serupa dengan tahap sortasi pada proses pengolahan basah yang sudah dijelaskan sebelumnya.

  1. Pengeringan

Pengeringan juga bisa dilakukan manual ataupun dengan mesin. Pengeringan manual banyak dilakukan oleh petani kopi yang tidak memiliki alat pengering khusus. Proses pengeringan manual dilakukan dengan cara menjemur biji kopi di bawah terik matahari selama kurang lebih 2 minggu. Biji kopi bisa diletakkan di lantai penjemuran dengan permukaan yang rata dengan ketebalan maksimal 4 cm supaya hasil pengeringan merata. Selama penjemuran sebaiknya dilakukan pembalikan biji secara berkala.

  1. Pengupasan kulit buah dan kulit ari

Biji yang sudah kering dapat dibersihkan dan dikupas dari kulit-kulit yang masih melekat. Seperti pada proses basah, pengeringan bisa dilakukan manual dengan cara ditumbuk ataupun dengan

  1. Pemilihan atau Sortasi

Sortasi akhir dilakukan untuk memastikan kopi bersih dari segala jenis pengotor.

  1. Pengemasan serta Penyimpanan

Pengemasan dilakukan menggunakan wadah berupa karung atau kantong yang kering dan bersih serta tidak berbau. Letakkan karung berisi kopi di dalam ruangan dengan alas kayu serta jangan tempelkan langsung pada dinding. Menempelkan karung berisi kopi ke lantai ataupun dinding ruangan bisa membuat kopi di dalam karung menjadi lembab dan menurunkan kualitasnya.

www.pexels.com

Cara Mengolah Kopi untuk Menikmati Cita Rasa Terbaik

Biji kopi yang sudah selesai diolah selanjutnya bisa langsung dipersiapkan dan diolah kembali menjadi minuman kopi yang enak. Berikut ini beberapa contoh cara mengolah biji kopi untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa mantap:

  • Arab Method

Kopi yang dibuat dengan metode ini menghasilkan kopi dengan aroma dan rasa yang cukup kuat. Tak hanya itu konsistensi kopi dari metode ini pun cukup pekat. Pembuatannya dilakukan dengan cara menggiling biji kopi manual dengan lesung ataupun dengan alat penggiling khusus. Biji kopi yang sudah digiling tadi lalu diletakkan di dalam sebuah bejana dengan dicampur dengan air serta gula. Campuran tersebut dimasak dan dididihkan hinga tiga kali sebelum kemudian dituag ke cangkir untuk dinikmati.

  • French press

Metode membuat kopi ini banyak digunakan di kafe atau kedai kopi. Cara membuat kopi ini dilakukan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti teko bening. Metode french press ini menghasilkan kopi dengan rasa yang tajam karena cara ini mampu mengekstraksi rasa di dalam biji kopi dengan optimal. Alat frech press ini sendiri mudah didapat dan harganya pun tidak terlalu mahal sehingga bisa pula dimiliki untuk membuat kopi sehari-hari di rumah Anda.

  • Drip Method

Selain drip method cara ini juga banyak dikenal sebagai filter method karena proses pembuatannya menggunakan teknik penyaringan. Cara ini termasuk cuku banyak dikenal dan dilakukan masyarakat karena mudah serta tidak memerlukan peralatan khusus. Cukup menggunakan wadah untuk menampung tetesan kopi dan juga sebuah saringan. Meskipun sederhana cara ini juga cukup efisien. Metode ini dilakukan dengan cara meletakkan kopi bubuk atau biji kopi yang sudah digiling di dalam saringan kemudian menuang air ke saringan tesebut. Air yang merupakan sari dari bubuk kopi ini akan menetes ke bejana atau wadah di bawahnya perlahan-lahan. Hasil saringan kopi tadi selanjutnya bisa dipanaskan untuk disajikan dan dikonsumsi. Hasil pembuatan kopi dengan cara ini tergolong mudah namun hasil kopinya sangat lembut dan juga punya rasa yang enak. Cara ini bisa dilakukan dengan mudah di mana saja bahkan di rumah sendiri.

  • Penyaring kopi (Percolator)

Cara pembuatan kopi ini juga sudah cukup dikenal dan umum dilakukan. Cara ini tergolong mudah namun kualitas dan rasa kopi yang dihasilkan kurang sempurna. Cara membuat kopi dengan metode ini adalah dengan mengalirkan air ke dalam wadah penyaring dengan lebih dulu memasukkan kopi bubuk ke dalamnya. Air yang masuk ke dalam alat ini akan mengalir ke bubuk kopi kemudian terbawa ke atas sehingga menjadi kopi yang siap diminum. Proses ini menghasilkan kopi dengan aroma yang cukup harum namun dengan rasa yang kurang begitu kuat.

  • Vacuum

Metode vacuum ini  juga banyak disebut sebagai siphon. Metode vacuum dilakukan menggunakan alat yang bentuknya menyerupai jam pasir. Proses pengolahan kopi dengan metode ini tergolong lambat dan memakan banyak waktu. Namun cara ini bisa dibilang unik dan tidak biasa. Cara pembuatan kopi menggunakan metode vacuum dimulai dengan memanaskan air di dalam teko kaca sampai mendidih. Di bagian atas teko lalu diletakkan sebuah bejana kaca yang diisi dengan kopi bubuk. Selanjutnya air mendidih yang ada di teko kaca di bagian bawah lama-kelamaan akan naik ke atas. Setelah air naik aduklah selama kurang lebih 1 menit. Setelah beberapa saat kopi sudah siap di bagian bejana namun masih tercampur dengan ampas-ampas kopi. Biarkan suhu teko mendingin kemudian air di dalam bejana akan turun sedangkan ampas kopi akan tertinggal di bagian atas karena adanya kertas saring yang sudah dipasang sebelumnya. Setelah ampas terpisah kopi lalu siap untuk disajikan.

  • Espresso

Anak muda maupun pecinta kopi pasti sudah tidak asing dengan kopi espresso. Espresso ini adalah cara pembuatan kopi menggunkan mesin kopi espresso khusus. Mesin ini sangat umum ditemukan di berbagai kedai ataupun cafe kopi karena cukup banyak disukai pelanggan. Mesin espresso sendiri dapat dibedakan menjadi mesin otomatis dan mesin manual. Anda bisa menemukan mesin manual ini di kafe atau kedai kopi sedangkan mesin espresso otomatis bisa ditemukan di rumah-rumah sehingga memudahkan dalam membuat kopi setiap harinya. Mesin espresso ini tergolong cukup canggih karena dapat mengatur berbagai hal terkait pembuatan kopi mulai dari suhu hingga parameter lainnya. Semua pengaturan bisa dibuat serba otomatis sehingga Anda bisa menghasilkan kopi enak dengan cukup mudah. Meskipun begitu tangan barista tetap dapat mempengaruhi rasa dari kopi yang dibuat.

www.pexels.com

  • Cold water method

Kopi yang dibuat dengan metode ini biasa disebut sebagai kopi dingin. Sayangnya proses ini memakan waktu yang sangat lama sampai kopi benar-benar siap untuk disajikan. Kopi yang dibuat dengan metode ini perlu didiamkan selama sekitar 12 jam terlebih dahulu. Waktu yang cukup lama untuk Anda yang kurang bersedia untuk menunggu. Hasil kopi yang dibuat dengan cara ini sebenarnya bisa disajikan dingin maupun hangat. Tak hanya itu Anda pun bisa mencampur kopi dengan aneka bahan lain seperti cokelat ataupun susu. Kopi yang dibuat dengan meode cold water ini cenderung tidak terlalu asam dan cukup aman untuk Anda yang punya masalah dengan lambung. Anda mungkin bisa mencoba membuat kopi ini sendiri di rumah mengingat waktu pembuatannya yang cukup lama.

  • Single serve

Kopi yang satu ini dibuat dengan mesin kopi khusus yang sangat praktis, cocok untuk Anda yang serba simpel. Membuat kopi dengan alat ini tak perlu menuntut Anda untuk menakar sendiri kebutuhan kopi karena kopi dalam bentuk bubuk sudah ada dalam kemasan yang pas untuk membuat secangkir kopi. Cara pembuatan kopi dengan alat ini adalah dengan memasukkan kemasan kopi tadi ke dalam mesin kemudian diberi air dan dididihkan. Cara penggunaan mesin atau alat ini pun tidak jauh berbeda dari alat espresso yang sudah dijelaskan sebelumnya.

  • Kopi instan

Cara membuat kopi ini rasanya paling banyak dilakukan dan disukai masyarakat karena sangat mudah, praktis dan tidak perlu waktu lama. Saat ini sudah ada banyak sekali merk kopi instan kemasan yang ada di pasaran. Jenisnya pun sangat bevariasi mulai dari kopi hitam, kopi susu, capuccino, latte hingga kopi aneka rasa. Bahkan ada rasa-rasa kopi unik lainnya seperti kopi yang diberi perasa buah-buahan. Jenis kopi buah yang biasa ditemukan diantaranya kopi jeruk, kopi strawberry, kopi alpukat hingga kopi dari buah durian. Kopi durian bahkan dipercaya beberapa orang punya khasiat tertentu untuk tubuh dan berdampak baik untuk kesehatan. Inovasi ini membuat semakin banyak orang yang tertarik untuk mencicipi kopi. Membuat kopi instan cukup bermodalkan satu kemasan kopi, air panas, gelas dan sendok. Kopi kemasan bisa langsung dituang ke dalam gelas kemudian diseduh dengan air panas dan diaduk. Setelah itu kopi siap untuk disajikan.

Itu tadi proses panjang pengolahan kopi mulai dari panen hingga kopi siap untuk dinikmati. Kopi yang enak tentunya perlu menempuh tahapan yang panjang dengan penanganan yang hati-hati. Semakin enak kopinya biasanya menuntut Anda untuk membayar lebih. Namun rasanya harga yang mahal pun akan sepadan jika kualitas kopi yang Anda dapatkan pun premium. Ada banyak sekali cara menikmati kopi dan semua bisa disesuaikan dengan selera dan keinginan masing-masing.

Leave a Reply