6 Gejala Penyakit Jantung dan Penanganannya

Banyak orang mengira gejala penyakit jantung itu sama saja, baik untuk serangan jantung, gagal jantung maupun gangguan irama jantung. Padahal, tidak semua gejala dari penyakit jantung itu sama. Bahkan, gejala pada pria dan wanita bisa berbeda. Lalu, apa sebenarnya penyakit jantung ini, gejala yang umum hingga langkah penanganan yang tepat? Berikut adalah pembahasannya.

Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit jantung ialah kondisi di mana terjadi gangguan pada jantung. Secara tidak langsung, kondisi ini sebatas merujuk ke serangkaian masalah yang terjadi pada jantung. Terdapat beberapa jenis dari penyakit jantung yang kerap dikira sama saja. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Cacat Jantung Bawaan

Disebut pula congenital heart disease dan merupakan penyakit jantung yang sudah ada sejak seseorang dilahirkan. Kondisi ini dapat ditandai sebagai cacat septum atau lubang yang ada di antara dua bilik jantung, cyanosis atau gangguan aliran darah di jantung yang membuat pasokan oksigen berkurang serta obstruksi yang membuat aliran dari bilik jantung terhambat seluruhnya atau sebagian.

www.pexels.com

  1. Aritmia

Aritmia ialah kelainan jantung yang memiliki tanda-tanda khusus seperti ritme dan detak jantung tak teratur. Detak jantung bisa terlalu cepat atau tachycardia, terlalu lambat atau bradycardia, terlalu awal atau konstraksi prematur serta tidak teratur atau fibrilasi.

  1. Lemah Jantung

Lemah jantung disebut pula kardiomiopati ialah kondisi saat jantung melemah sehingga kinerjanya menjadi tidak terlalu baik. Penyebabnya dapat karena gangguan pada otot-otot jantung, misalnya otot yang melebar, menebal dan lain-lain.

  1. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

PJK ialah kondisi di mana arteri koroner di jantung menyempit sebagai akibat dari penumpukan plak. Akhirnya, nutrisi serta oksigen yang didapat jantung menjadi lebih sedikit.

  1. Gagal Jantung

Gagal jantung adalah istilah saat jantung tak lagi berfungsi secara optimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa terjadi ketika aliran darah menuju jantung menjadi lambat karena jumlah darahnya tidak mencukupi.

www.pexels.com

Tanda Penyakit Jantung

Gejala penyakit jantung harus diketahi sejak awal agar langkah penanganan bisa diberikan secara cepat dan tepat. Tanda-tandanya akan berbeda tergantung dari penyakit jantung jenis apa yang diderita. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala umum yang biasa ditemukan. Jika kita mengalami satu ataupun beberapa gejala di bawah ini, segeralah hubungi dokter. Berikut adalah tanda-tanda awal dari penyakit jantung.

  1. Nyeri Dada

Nyeri dada atau disebut pula angina ialah gejala awal dari penyakit jantung yang terbilang cukup mengkhawatikran karena mengakibatkan rasa tidak nyaman dan juga nyeri di dada. Biasanya, gejala ini akan terjadi ketika otot-otot jantung tidak lagi memperoleh cukup darah yang kaya akan oksigen. Nyeri tidak hanya akan dirasakan di area dada namun menyebar pula hingga ke leher, lengan, rahang, bahu, sampai dengan punggung. Nyeri ini bisa bertahan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Akan tetapi, tingkat keparahan akan berbeda tergantung dari seberapa banyaknya plak yang ada dalam arteri koroner jantung.

  1. Detak Jantung Tak Teratur

Detak jantung tak teratur atau palpitasi ialah gejala yang juga umum terjadi pada penderita penyakit jantung. Banyak orang yang mengalami hal ini dan merasakan bahwa detak jantungnya seperti berhenti sebentar kemudian kembali dengan irama kencang. Sebagian besar orang yang mengalaminya akan memiliki aritmia atau detak jantung taknormal. Hal ini akan tergantung pada jenis aritmia yang diderita. Jika detak jantungnya tak teratur dan berujung pada penyakit jantung, maka akan diserta pula dengan beragam tanda lain. Di antaranya ialah nyeri dada, pusing, sesak napas hingga tubuh yang terasa goyah.

  1. Sesak Napas

Sesak napas tidak hanya terjadi pada penderita penyakit paru-paru, namun juga penyakit jantung. Gejala ini terjadi sebagai akibat dari tidak normalnya fungsi jantung sehingga berdampak pula pada kelancaran aliran darah dalam tubuh. Aliran darah yang tak lancar ini akan membuat kita sesak nafas karena kurangnya oksigen. Pasien gagal jantung seringkali mengalami sesak nafas saat tengah berbaring atau terbangun pada malam hari karena sesak nafas, atau disebut pula nocturnal dyspnea. Masalah jantung lain yang turut ditandai sesak napas ialah penyakit katup jantung serta PJK. Sesak napas akan terjadi bersamaan dengan nyeri dada. Jadi, bisa dibilang sesak napas ialah pertanda medis yang tak dapat dianggap sepele serta butuh perawatan medis segera.

  1. Pusing

Pusing terutama akan dirasakan saat seseorang diserang sensasi hendak pingsan, kepala berat atau serasa melayang, badan lemas serta penglihatan kabur. Kadang pusing ini akan berkaitan pula dengan gejala awal dari sakit jantung. Aritmia jantung, jantung koroner, gagal jantung dan lain-lain akan sama-sama memiliki gejala awal pusing. Itu sebabnya, sangat disarankan agar kita tidak menyepelekan kepala pusing yang dialami. Apalagi jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama. Ada baiknya agar kita segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter.

  1. Kehilangan Kesadaran Secara Tiba-tiba

Pingsan atau kehilangan kesadaran secara tiba-tiba juga termasuk dalam gejala awal penyakit jantung. Umumnya, pingsan memang tak mengindikasikan masalah kesehatan yang serius. Akan tetapi apabila pingsan disertai kemunculan gejala lain yang terbilang tidak normal, maka pingsan bisa jadi adalah penandan kondisi kesehatan yang mengancam tubuh. Penting untuk tahu penyebab dari pingsan yang terjadi secara tiba-tiba.

  1. Badan Lemas

Lemas ialah ketidakmampuan tubuh dalam melakukan fungsi serta tugasnya sebagaimana mestinya. Orang yang lemas sangat dianjurkan banyak tidur ataupun istirahat agar energinya bisa pulih kembali. Akan tetapi, dalam kondisi yang tak biasa, kelelahan dapat pula menjadi gejala awal dari penyakit jantung atau kelainan lain pada sistem organ tubuh. Insomnia, restless leg syndrome, sleep apnea dan lain-lain ialah beberapa faktor resiko maupun gangguan umum yang biasanya mengarah pada sakit jantung. Sama halnya seperti kelelahan maupun pusing yang butuh untuk segera diperiksa medis jika terjadi di waktu yang cukup lama.

Gejala dari penyakit jantung harus lekas mendapat perawatan dokter serta tidak seharusnya diabaikan begitu saja. Baik pria maupun wanita yang mengalami gejala di atas, baik satu atau beberapa, jangan menunda-nunda untuk menghubungi dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Makin cepat perawatan medis diterima sebagai bentuk pencegahan penyakit jantung, maka akan makin baik juga kondisi kesehatan tubuh.

www.pexels.com

Pengobatan Penyakit Jantung

Pilihan obat jantung akan berbeda pada tiap orang. Hal ini bergantung pada masalah apa yang terjadi pada organ jantung masing-masing. Akan tetapi secara garis besar, perawatan pada penyakit jantung akan ditujukan guna mengurangi serta meredakan munculnya gejala. Obat jantung bisa dibedakan ke dalam beberapa pilihan, mulai dari obat jantung yang diresepkan, perawatan di rumah menggunakan produk NASA hingga prosedur operasi. Berikut adalah penjelasannya satu per satu.

  1. Obat Jantung Yang Diresepkan

Terdapat beragam jenis obat yang dapat dijadikan pilihan saat menjalani perawatan jantung. Sebagiannya diresepkan oleh dokter sebagai upaya pencegahan pembekuan darah, sementara yang lainnya memiliki tujuan serta fungsi berbeda. Pemilihan jenis obat akan disesuaikan kondisi kesehatan msaing-masing. Obat jantung yang dapat dikonsumsi di antaranya adalah:

  • statin guna menurunkan kolesterol
  • aspirin, warfarin serta clopidogrel guna mencegah terjadinya pembekuan darah
  • beta blocker guna mengobati serangan jantung, tekanan darah tinggi serta gagal jantung
  • angiosten converting enzyme atau ACE inhibitor yang memiliki fungsi dalam merawat tekanan darah tinggi serta gagal jantung.
  1. Perawatan di Rumah

Dokter akan memberi obat jantung yang memiliki tujuan dalam menjaga serta memperbaiki kondisi kesehatan jantung. Akan tetapi, pengobatan medis ini biasanya sulit berjalan secara efektif apabila tidak dibarengi pola hidup yang semakin baik. Perawatan secara sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Jaga pola makan agar tetap seimbang. Pilih hanya makanan yang rnedah lemak serta tinggi akan serat sehari-hari. Kurangi pula konsumsi gula dan garam. Sebalinya, tambahkan asupan berupa biji-bijian dalam menu makanan harian.
  • Berolahraga secara rutin setidaknya setengah jam selama tiga hari dalam seminggu. Hal ini akan membawa efek positif, seperti menyehatkan jantung serta melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Selain itu, olahraga rutin akan turut mengurangi kolesterol serta menjaga agar tekanan darah tetap stabil.
  • Pertahankan selalu berat badan yang ideal, tidak terlalu kurus namun juga tidak terlalu gemuk.
  • Hindari rokok serta minuman beralkohol karena termasuk dalam faktor resiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Serangan jantung, PJK, gagal jantung dan lain-lain seringkali disebabkan oleh konsumsi rokok dan alkohol dalam jumlah yang berlebihan
  • Rutin melakukan check up. Pemeriksaan berkala akan memiliki tujuan dalam memantau perkembangan penyakit serta tindakan tepat dalam mengatasinya.

www.pexels.com

  1. Prosedur Medis Melalui Operasi

Operasi ialah pilihan terakhir apabila obat jantung, produk NASA serta perubahan gaya hidup ternyata masih belum cukup dalam mengobati kerusakan yang diderita di jantung. Berikut adalah beberapa jenis operasi yang paling umum dilakukan untuk penderita sakit jantung.

  • Pemasangan ring jantung. Prosedur satu ini dilakukan guna melebarkan pembuluh darah pada jantung yang tersumbat atau menyempit. Operasi ini adalah yang paling sering dilakukan untuk mengatasi sakit jantung pada seseorang.
  • Operasi bypass jantung yang akan menggunakan pembuluh darah di bagian tubuh lain sebagai jalan pintas bagi arteri yang sudah tersumbat.
  • Operasi memperbaiki kerusakan pada katup jantung. Kerusakan di katup jantung sendiri dapat diobati menggunakan jaringan tubuh sendiri. Selain itu, bisa juga menggunakan katup pengganti biologis, katup yang didonorkan dari orang lain serta katup buatan atau mekanis.
  • Operasi transplantasi jantung. Prosedur ini hanya akan dilakukan bagi kasus-kasus yang sudah tergolong serius. Tentunya butuh biaya besar mengingat mahalnya organ jantung serta kelangkaan organ jantung itu sendiri di rumah sakit.

Semua pilihan perawatan untuk sakit jantung ini akan disesuaikan kondisi kesehatan masing-masing. Konsultasikan semua keluhan yang dirasakan pada dokter agar bisa mendapat langkah penanganan yang tepat dan sesuai. Tidak semua pasien sakit jantung butuh transplantasi jantung, beberapa bisa disembuhkan hanya dengan obat-obatan yang diresepkan dokter atau bahkan mengubah gaya hidup sehari-hari menjadi lebih sehat terutama apabila sakitnya belum terlalu serius.

Leave a Reply